Tips Agar Kinerja Karyawan Optimal dan Menjadi Semakin Produktif 

January 17, 2022
Info UMKM
4 menit

Meski bekerja dari rumah, produktivitas tak boleh kendor. Berikut beberapa indikator dan tips yang bisa dilakukan agar kinerja karyawan tetap optimal.

Produktivitas menjadi salah satu istilah paling umum dalam dunia kerja dan menjadi topik yang makin hangat dibicarakan selama pandemi. Pasalnya, situasi dan suasana bekerja di rumah dan kantor yang relatif berbeda cukup berpengaruh terhadap kemampuan seseorang untuk tetap produktif memenuhi tugas-tugasnya.

Apa Itu Produktivitas Kerja?

Dalam konteks dunia kerja, produktivitas adalah ukuran perbandingan kualitas dan kuantitas seorang karyawan dalam durasi waktu tertentu. Tolak ukur pengukuran tersebut adalah target atau prestasi kerja yang telah ditetapkan. Adapun dimensi produktivitas kerja sendiri terbagi menjadi dua, yakni efisiensi dan efektivitas. 

Contoh produktif dalam kerja pun bermacam-macam. Seperti misal, seorang karyawan berhasil memanfaatkan delapan jam kerjanya dengan berpartisipasi aktif dalam dua rapat, menyelesaikan laporan evaluasi mingguan, dan tugas hariannya dengan baik.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Produktivitas Kerja

Ada beberapa faktor yang memengaruhi  kemampuan seseorang untuk tetap menjalankan tugas-tugas kantor secara produktif di rumah maupun kantor seperti berikut.

  • Pengetahuan (Knowledge)

Dalam menjalankan pekerjaannya, bekal pertama setiap orang tak lain adalah pengetahuan terhadap bidang yang dilakukannya. Pengetahuan atau wawasan yang dimiliki dapat diperoleh melalui cara formal maupun non-formal. Dengan memiliki pengetahuan mengenai apa yang menjadi tanggung jawabnya, seseorang dapat menjadi lebih mudah dan cepat untuk menyelesaikan tugasnya

  • Keterampilan (Skills)

Keterampilan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan secara efektif dan efisien tidak hanya dari hard skill, tetapi juga softskill. Seperti contoh, seorang programmer selain harus menguasai bahasa pemrograman juga harus memiliki kemampuan soft skill seperti logical and analytical thinking, time management, team work, dan resilient yang baik.

  • Kemampuan (Ability)

Faktor berikutnya yang memengaruhi seseorang dapat menjadi produktif adalah kemampuan yang terbentuk dari sejumlah kompetensi. Konsep luas ini mencakup kombinasi antara pengetahuan dan keterampilan serta kapasitas seorang karyawan untuk melakukan tugasnya.

  • Sikap (Attitude)

Sikap adalah kebiasaan yang dilakukan secara terus menerus sehingga membentuk sebuah pola tertentu. Adapun kebiasaan yang dimaksud berasal dari kecenderungan seseorang dalam merespons secara khusus terhadap stimulus yang ada dalam lingkungannya.

  • Perilaku (Behavior)

Seluruh pengalaman dan interaksi manusia dengan lingkungannya akan menghasilkan perilaku. Wujud dari perilaku sendiri adalah dalam bentuk pengetahuan, sikap, dan tindakan. Oleh sebab itu, sikap seseorang akan berbanding lurus dengan perilakunya.

Kriteria Produktivitas Kerja Karyawan

Produktivitas karyawan berdampak sangat besar terhadap kinerja perusahaan dalam mencapai tujuannya. Maka dari itu, penilaian dan evaluasi terhadap produktivitas kerja karyawan perlu  dilakukan secara berkala dan cermat.

Lantas, bagaimana kriteria untuk menentukan produktivitas kerja karyawan?

Hasil Kerja Karyawan

Hasil kerja karyawan adalah indikator atau kriteria penilaian yang bersifat lebih objektif. Atasan dapat mengukur hasil pekerjaan tersebut berdasarkan KPI atau OKR yang telah ditentukan dengan beberapa parameter berikut.

  • Ketepatan Waktu

Tiap tugas memiliki batas waktu tertentu. Karyawan yang selalu terlambat menyelesaikan pekerjaan dari deadline yang diberikan perlu mendapat atensi khusus karena dapat menghambat proses atau rantai pekerjaan.

  • Kuantitas Kerja

Cara menilai kuantitas kerja yang sesuai (berhasil) atau tidak adalah dengan melakukan perbandingan antara target kuantitas yang diberikan kepada karyawan dengan kuantitas yang berhasil dipenuhi oleh karyawan dalam periode waktu tertentu.

  • Kualitas Kerja

Kualitas hasil kerja harus sebanding dengan kuantitas yang dihasilkan. Pengukuran kualitas ini memang relatif subjektif, tetapi perusahaan dapat melakukan berbagai metode khusus untuk melakukannya.

Seperti contoh, seorang desainer grafis berhasil memenuhi empat tugas yang diberikan dalam satu hari. Untuk menilai kualitas dari pekerjaan tersebut, atasan dapat melakukan penilaian sesuai guideline ilustrasi dan desain perusahaan seperti komposisi warna, kesesuaian layout, dan sebagainya.

Semangat Kerja Karyawan

Semangat kerja yang dimaksud dapat didefinisikan sebagai sikap dan/atau mental karyawan dalam memenuhi tugas-tugasnya. Atasan dapat menilai bagaimana antusiasme atau gairah karyawan dalam menjalankan tanggung jawabnya.

Kendati demikian, perlu dipahami bahwa setiap individu mempunyai cara menjadi produktif masing-masing sesuai kondisinya. Oleh sebab itu, ada baiknya jika perusahaan tidak terlalu melakukan micro management terhadap karyawannya.

Selain itu, perusahaan juga harus bersikap terbuka untuk mengevaluasi. Apabila karyawan dinilai tidak produktif, maka perlu dilakukan penjajakan lebih jauh. 

Boleh jadi, beban kerja yang diberikan atau lingkungan kerja yang disediakan oleh perusahaan sendiri kurang mendukung untuk karyawan menjadi produktif. Kalau sudah begitu, berbagai tips produktif kerja yang dilakukan oleh karyawan itu sendiri tak akan berpengaruh signifikan.

Tips Meningkatkan Produktivitas Karyawan

© pexels.com

Cara agar produktif dalam bekerja semakin menjadi tantangan tersendiri dengan berlakunya kebijakan work from home. Perusahaan pun harus ikut andil untuk menjaga dan meningkatkan produktivitas karyawannya. Sebagai contoh, berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan perusahaan.

  • Hadirkan fasilitas maksimal seperti ruang kerja yang nyaman, laptop, dan sebagainya. Dalam situasi WFH, perusahaan bisa memberi subsidi internet, platform untuk komunikasi dan project management, dan sebagainya.
  • Adanya layanan konseling seperti one on one secara berkala yang tak hanya membahas soal pekerjaan, tetapi hal-hal lain khususnya yang berpengaruh terhadap produktivitas kerja. 
  • Berikan insentif. Faktanya, uang atau pendapatan menjadi faktor utama mayoritas orang bekerja. Maka dari itu, hal ini dapat menjadi pemicu dan cara agar produktif tiap hari.

Di samping itu, tiap karyawan juga perlu memiliki kesadaran diri untuk menjaga produktivitas. beberapa cara agar produktif di rumah maupun lokasi kerja lain yang bisa dilakukan masing-masing karyawan antara lain sebagai berikut.

  • Buat rencana kerja harian dan susun prioritas.
  • Jauhkan diri dari distraksi seperti smartphone, game, dan lain sebagainya.
  • Penuhi kebutuhan diri seperti makan, istirahat, dan olahraga.
  • Khusus untuk yang masih menerapkan WFH, tips produktif di rumah yang cukup signifikan adalah dengan membuat ruang khusus atau spot tertentu sebagai area kerja.

Rumus Mengukur Produktivitas

Perhitungan produktivitas karyawan dapat diketahui melalui formula sederhana berikut.

  • Total produktivitas = hasil total / masukan total
  • Produktivitas parsial = hasil parsial / masukan total

Hasil perhitungan di atas dapat menjadi gambaran atas kesesuaian produktivitas kerja karyawan dengan standar perusahaan. Angka tersebut pun dapat menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan dalam menerapkan kebijakan.

Nah, itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melakukan penilaian serta meningkatkan produktivitas karyawan. Tentunya, pastikan perusahaan juga memberi imbalan yang sepadan dengan standar dan target produktivitas yang diberikan kepada karyawan. Tenang saja, kini untuk urusan manajemen payroll yang lebih praktis dan mudah, Bukugaji bisa jadi andalan perusahaan Anda.

Related Posts