Strategi Cara Mengatur Keuangan Usaha yang Mudah dan Efektif 

January 17, 2022
Info UMKM
4 menit

Menjalankan usaha memerlukan kemampuan manajemen keuangan yang baik agar dapat mencapai tujuan. Ketahui beberapa cara mengatur keuangan usaha yang pas dalam ulasan ini.

Salah satu kunci sukses menjalankan usaha adalah memiliki manajemen atau pengelolaan keuangan usaha yang dilakukan. Ketidaktepatan cara mengatur keuangan usaha tak hanya membuka peluang usaha merugi, tetapi juga bahkan bisa berpengaruh terhadap keuangan pribadi.

Manfaat Mengatur Keuangan untuk Usaha

Anda tentu tidak berharap bahwa usaha yang dilakukan akan mengalami kerugian apalagi sampai harus gulung tikar dan terlilit utang, bukan? Maka dari itu, mengelola keuangan usaha adalah keterampilan dasar yang perlu Anda pahami dan terapkan secara konsisten.

Pengelolaan keuangan yang baik dan tepat akan membantu arus kas dan struktur modal terjaga dengan baik. Perlu diingat, besarnya modal dan piutang tidak menjamin kondisi keuangan usaha Anda baik-baik saja.

Contoh sederhana, Anda memiliki jasa katering. Kas yang tersisa adalah sebesar Rp15 juta dan piutang sebesar Rp40 juta yang akan dibayarkan dua pekan selanjutnya. Padahal dalam pekan ini, Anda akan membutuhkan dana untuk produksi sebesar Rp12 juta dan membayar beberapa vendor serta tagihan sekitar Rp8 juta. Artinya, ada ketidaklancaran arus kas, bukan?

Dengan menerapkan cara mengatur keuangan usaha yang tepat, Anda dapat meminimalkan terjadinya “lubang” seperti ini. Kebiasaan ini pun akan berdampak secara jangka panjang untuk keberlangsungan usaha Anda.

Cara Mengelola Keuangan Usaha Agar Bisnis Lancar

© pexels.com

Lantas, bagaimana cara mengatur keuangan usaha dagang?

Setiap orang punya cara dan metodenya masing-masing. Namun, berikut adalah beberapa cara menyusun manajemen keuangan usaha yang dilakukan secara umum.

Pisahkan Keuangan Pribadi dan Usaha

Kendati baru memulai usaha dengan skala kecil sekalipun, pisahkan secara jelas bujet yang akan Anda gunakan sebagai keuangan pribadi dan usaha. Pun jika modal awal merupakan sebagian dari dana pribadi yang dimiliki, jadikan bagian tersebut sebagai modal dan pastikan tidak mengganggu kebutuhan pribadi Anda.

Dengan demikian, Anda benar-benar dapat mengetahui bagaimana pengeluaran dan penghasilan usaha. Hal tersebut akan menjadi bekal Anda untuk melakukan evaluasi dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengembangkan usaha. 

Selain itu, cara ini juga meminimalkan risiko keuangan keduanya goyah bersamaan. Seperti contoh, Anda mengalami musibah di usaha yang dilakukan. Karena tak sabar untuk mengembalikan ke keadaan semula, Anda menggunakan sebagian dana untuk kebutuhan sehari-hari sehingga mengurangi jatah keperluan. Kondisi ini sangat berisiko menyebabkan kekacauan ekonomi baik di usaha maupun kehidupan pribadi.

Buat Perencanaan Jangka Panjang dan Pendek

Mulailah dengan membuat rencana atau tujuan Anda dalam periode panjang seperti satu tahun. Setelah itu, buat perencanaan kecil dalam beberapa periode pendek seperti per kuartal.

Seperti contoh, Anda berencana untuk menghasilkan omzet sebesar 200 juta rupiah dalam satu tahun. Dari situ, Anda bisa membuat target omzet triwulan pertama sebesar 40 juta, triwulan kedua sebesar 60 juta, dan kuartal pertama sebesar 100 juta.

Dari situ, Anda pun bisa membedah lagi hal-hal apa yang akan dilakukan untuk mencapai target tersebut. Seperti misal adalah promosi, biaya produksi dan operasional, dan sebagainya. Dengan demikian, Anda dapat lebih realistis dalam menentukan target sekaligus mempersiapkan keperluan dengan matang.

Catat Setiap Transaksi dengan Detail

Cara mengatur keuangan usaha dagang berikutnya adalah dengan memastikan bahwa tiap transaksi tercatat dengan detail dan rapi. Pengeluaran maupun pendapatan sekecil apa pun perlu dicatat sehingga Anda dapat mengetahui dengan tepat ke dan dari mana aliran dana dagang yang dimiliki.

Bagi sebagian orang, cara ini terkesan merepotkan. Tak jarang, rasa malas untuk segera mencatat setiap transaksi akan berujung pada lupa untuk sama sekali mencatatnya. Akibatnya, terutama jika dibiarkan terus menerus, Anda akan sulit untuk melacak dan pencatatan jadi terbengkalai. Kalau sudah begitu, cash flow usaha pun jadi berpotensi menjadi kacau.

Menyediakan Bujet Promosi

Promosi sangat dibutuhkan terutama untuk bisnis yang terbilang cukup baru. Pasalnya, Anda akan memasuki pasar yang sudah memiliki cukup banyak kompetitor. Dengan adanya promosi, usaha Anda akan terbantu untuk lebih cepat dikenal.

Bentuk promosi yang bisa Anda lakukan pun beragam sesuai target pasar. Misal, Anda membuka jasa laundry di kawasan kampus yang dikelilingi kos-kosan. Anda bisa menempelkan pamflet atau brosur di beberapa tempat makan populer di area kampus, membaginya di kawasan kos-kosan, dan sebagainya.

Tak lupa, di zaman sekarang, gunakan pula teknologi digital. Anda bisa memanfaatkan layanan iklan berbayar seperti di Instagram, Facebook, atau media sosial lainnya yang relevan.

Hitung Keuntungan Berdasarkan Riset

Cara mengatur keuangan usaha sendiri juga termasuk di dalamnya menentukan harga jual. Hal yang satu ini memang cukup tricky—Anda tidak sebaiknya menjual dengan harga terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Mulailah dengan melakukan riset harga jual rerata dengan produk yang apple to apple. Dari situ, Anda bisa menentukan berapa harga produk yang Anda tawarkan. Selain itu, pertimbangkan pula kualitas dari produk yang akan Anda jual. 

Tak ketinggalan, Anda juga perlu memahami karakter target pasar. Selain demografi, Anda juga perlu memperhatikan faktor psikografis. Misal, Anda ingin membuka rumah makan seafood dengan harga makanan mulai Rp50.000,00. Pastikan Anda tidak terlalu idealis— lakukan riset pasar apakah produk dan harga tersebut sesuai atau memiliki target pasar yang sesuai harapan di lingkungan itu.

Gunakan Teknologi yang Relevan

Teknologi bertujuan untuk membantu pekerjaan Anda. Dalam bisnis, kehadiran teknologi tidak cuma bermanfaat dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam produksi, tetapi bahkan juga dapat mengurangi beban operasional dan membantu menjaga manajemen keuangan usaha Anda.

Seperti contoh, untuk sistem presensi karyawan, Anda kini tak perlu lagi berinvestasi pada banyak alat. Aplikasi seperti Bukugaji akan mempermudah pengelolaan presensi, absensi, dan bahkan pengaturan shift kerja karyawan Anda. 

Anda pun bisa melacak dengan mudah berbagai pembayaran untuk karyawan, baik gaji maupun upah lembur melalui satu aplikasi. Tentunya, slip gaji juga dapat dibuat dengan profesional secara praktis sehingga Anda tak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk pencetakan slip maupun tenaga untuk melakukannya.

Nah, itulah beberapa cara mengatur keuangan usaha pribadi. Yuk, coba Bukugaji sekarang untuk ikut membantu pengelolaan keuangan usaha Anda!

Related Posts