Penggajian dengan Sistem Payroll: Ketahui Cara Penghitungannya

November 23, 2021
Seputar HRD UMKM
4 menit

Memberikan gaji pada karyawan merupakan salah satu kewajiban Anda sebagai seorang pebisnis. Dalam perusahaan istilah ini disebut dengan payroll. Apa itu payroll? Payroll adalah sistem penggajian karyawan yang dimulai dari tahap penghitungan komponen terkait gaji hingga pembayaran gaji jangka waktu tertentu. Sistem penggajian ini tidak hanya berfokus pada gaji pokok, melainkan juga mempertimbangkan hal lain, seperti uang makan, uang lembur, uang transport, pajak, asuransi, tunjangan lainnya, dan juga potongan. 

Payroll gaji harus dilakukan secara teliti lantaran memengaruhi kelancaran operasional bisnis. Mengingat payroll system memudahkan proses penggajian, banyak perusahaan memilih untuk menggunakan aplikasi payroll. Aplikasi ini akan menghitung gaji dengan cepat dan akurat. Anda bisa memanfaatkan software atau aplikasi agar tak perlu repot menghitung secara manual. 

Ini yang Dimaksud Penghitungan Gaji Sistem Payroll Karyawan

© pexels

Pada dasarnya, setiap perusahaan atau pelaku bisnis memiliki metode perhitungan gaji sesuai kebutuhan. Meskipun demikian, kebijakan tersebut tidak boleh melanggar aturan yang ditetapkan pemerintah. Tercatat ada tiga metode penggajian yang wajib Anda pahami.

  • Metode Netto

Perusahaan yang menerapkan metode ini harus menghitung besaran pajak penghasilan dan iuran jaminan sosial karyawan. Nantinya, gaji yang diterima karyawan sudah bersih. Meskipun metode ini cukup memberatkan, penerapan sistem payroll membantu meringankan proses perhitungan dan meminimalisasi kesalahan. 

  • Metode Gross

Perusahaan akan memberikan gaji penuh tanpa potongan. Metode ini mengharuskan karyawan menghitung dan membayar besaran pajak maupun iuran jaminan sosialnya secara mandiri. 

  • Metode Gross Up

Perusahaan yang menerapkan metode ini akan menanggung seluruh biaya iuran dan pajak karyawan. Nantinya, karyawan akan diminta membayar kewajiban pajak dan iuran secara mandiri serta memberikan laporan terkait pembayaran tersebut dengan menyertakan bukti pada perusahaan. 

Komponen yang Membentuk Sistem Payroll

© pixabay

Sebelum menerapkan sistem payroll Anda harus memahami komponen pembentukannya lebih dulu. 

  • Gaji Pokok – sesuai pengertian payroll, gaji adalah komponen utama yang harus masuk perhitungan. Umumnya, perusahaan memiliki nominal gaji sesuai kebijakan yang berlaku. 
  • Tunjangan – sejumlah uang yang diberikan perusahaan berdasarkan kebijakan. Namun, tidak semua perusahaan memberikannya. 
  • Pajak Penghasilan –potongan gaji berdasarkan peraturan pemerintah. 
  • Iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan – setiap karyawan perusahaan wajib membayar iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan dengan presentasi lebih kecil dari perusahaan.
  • Insentif atau Uang Lembur – perusahaan wajib membayar intensif, termasuk uang lembur pada karyawan yang bekerja melebihi waktu normal. 
  • Bonus – meskipun tidak wajib, umumnya perusahaan akan memberikan bonus apabila mengalami peningkatan omzet.

Aturan Mengenai Payroll Karyawan di Indonesia

© pixabay

Di Indonesia terdapat sejumlah aturan terkait sistem gaji payroll. Adapun regulasinya, antara lain:

  • Jam Kerja

Penetapan jam kerja karyawan adalah 40 jam dalam seminggu dengan sistem 8 jam per hari (5 hari kerja) atau 7 jam per hari (6 hari kerja). 

  • Upah

Upah karyawan disesuaikan dengan daerah tempat bekerja sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah.

  • Jaminan Sosial, Kesehatan, dan Ketenagakerjaan

Setiap karyawan instansi atau perusahaan wajib mendapatkan jaminan sosial, mencakup asuransi jiwa, tunjangan kecelakaan kerja, tunjangan hari tua, dan kesehatan BPJS. 

  • Cuti

Karyawan juga berhak mendapatkan cuti hamil selama tiga bulan (1.5 bulan sebelum dan setelah melahirkan), izin pribadi, dan cuti tahunan dengan total 12 hari dalam setahun. Cuti sakit tidak boleh melebihi cuti tahunan. Perusahaan tetap harus membayar cuti sakit dan cuti hamil sesuai aturan berlaku.

  • Intensif

Insentif merupakan uang yang diberikan perusahaan sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilan, atau kinerja baik. Apabila melebihi jam kerja, karyawan berhak mendapatkan intensif lembur.

  • Laporan Pajak

Perusahaan wajib membayar dan melapor Pajak Penghasilan Badan (PPh 25) dan Pajak Potongan Karyawan (PPh 21) setiap bulan. Pelaporan Pajak Penghasilan Badan harus dibayar sebelum mengajukan pengembalian pajak paling lambat akhir bulan April tahun buku terakhir, sedangkan Pajak Penghasilan Perorangan pada akhir bulan Maret.

  • Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

Ketika hendak melakukan PHK, perusahaan harus memiliki alasan pendukung, seperti pelanggaran perjanjian kerja, terlibat tindak kriminal, mangkir lima hari berturut-turut, mencapai usia pensiun, dan sakit lebih dari satu tahun. Perusahaan juga boleh melakukan PHK apabila mengalami pailit atau menutup bisnisnya. Meskipun demikian, perusahaan tetap wajib membayar pesangon PHK sesuai ketentuan berlaku.

Proses Perhitungan Gaji Dalam Payroll

© pixabay

Mengingat payroll artinya perhitungan yang melibatkan komponen penggajian karyawan secara mendetail, prosesnya terbilang cukup panjang. Apabila gaji dibayar berdasarkan kehadiran, Anda harus mengecek jumlah kehadiran, izin, sakit, dan cuti karyawan. Selain itu, Anda juga harus menghitung insentif, uang lembur, bonus, pemotongan pajak penghasilan, dan iuran BPJS. Untuk memudahkan Anda, gunakan aplikasi penggajian yang terintegrasi dengan payroll bank. 

Kemudahan yang Diberikan Sistem Payroll Otomatis

© pixabay

Berdasarkan arti payroll yang telah dijelaskan sebelumnya, sistem berbasis aplikasi ini membuat perhitungan makin mudah. Lantaran terintegrasi sistem absensi dan cuti, karyawan akan mendapat potongan gaji secara otomatis apabila melanggar aturan perusahaan. Selain praktis, aplikasi payroll staff adalah solusi hemat waktu yang akan meringankan pekerjaan staf personalia. 

Software Payroll Bukugaji, Solusi Ideal Untuk Sistem Payroll Perusahaan

Apabila Anda membutuhkan aplikasi penggajian tepercaya, gunakan aplikasi Bukugaji. Bukugaji hadir sebagai jawaban atas kebutuhan Anda untuk membantu merekap data, mengelola jadwal kerja karyawan, mengatur jadwal lembur, menandai absensi karyawan, menghitung pinjaman dan uang lembur, serta slip gaji. Aplikasi penggajian ini menawarkan fitur untuk membantu menyederhanakan pekerjaan yang berkaitan dengan karyawan secara akurat dan tepercaya.

Bukugaji adalah solusi cerdas bagi Anda yang ingin lebih produktif. Berkat aplikasi ini, Anda tak perlu menggunakan cara manual yang menghabiskan banyak waktu. Anda bisa menggunakan waktu tersebut untuk mengembangkan sayap bisnis. Berbekal aplikasi berbasis Android ini, urusan gaji hingga absensi makin mudah. Tunggu apalagi? Yuk, pakai Bukugaji sekarang juga! Dijamin bisnis Anda selangkah lebih maju!



Related Posts