Panduan Penilaian Kinerja Karyawan dan Metode Untuk Mengukurnya

November 23, 2021
Seputar HRD UMKM
5 menit

Memahami Makna Penilaian Kinerja Karyawan

© pixahive.com

Kita sering mendengar istilah penilaian kinerja karyawan. Tapi sebenarnya apa pengertian dari penilaian kinerja? Penilaian kinerja adalah aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk menilai, mengevaluasi keahlian, pencapaian, dan pertumbuhan karyawan. Dengan kata lain penilaian kinerja adalah proses yang dilakukan untuk menilai produktivitas karyawan.

Menurut para ahli ada beberapa definisi dari penilaian kinerja. Seperti Dessler yang berkata bahwa penilaian kinerja merupakan evaluasi kinerja dari pegawai secara relatif di waktu saat ini atau yang telah dilakukan dengan disesuaikan menurut standar prestasi. 

Sementara menurut Handoko, penilaian kinerja didefinisikan sebagai cara untuk mengukur kontribusi setiap pekerja di dalam sebuah organisasi. Rivai memberikan definisi penilaian kinerja sebagai proses penetapan pemahaman bersama mengenai apa yang akan dicapai oleh karyawan.

Tujuan Penilaian Kinerja Karyawan     

Mengapa penilaian kinerja ini menjadi sesuatu yang penting untuk dilakukan? Untuk bisa memahami urgensi penilaian kinerja mari kita telaah dulu tujuan penilaian kinerja menurut para ahli.

Menurut Sunyoto (1999) sebagaimana dikutip oleh Mangkunegara dalam bukunya “Manajemen Sumber daya Manusia”, ada beberapa tujuan dari penilaian kinerja, yaitu:

  1. Meningkatkan rasa saling pengertian antara karyawan tentang persyaratan kinerja.
  2. Mencatat dan mengakui hasil kerja seorang karyawan, sehingga para karyawan termotivasi untuk berbuat yang lebih baik, atau setidak-tidaknya berprestasi sama dengan prestasi yang terdahulu.
  3. Memberikan peluang kepada karyawan perusahaan untuk mendiskusikan keinginan dan aspirasinya dan meningkatkan kepedulian terhadap karier atau pekerjaan yang diembannya sekarang.
  4. Mendefinisikan atau merumuskan ulang sasaran masa depan, sehingga karyawan bisa termotivasi untuk berprestasi sesuai dengan potensinya.
  5. Memeriksa rencana pelaksanaan dan pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan pelatihan, khususnya rencana diklat, dan kemudian menyetujui rencana itu jika tidak terdapat hal-hal yang perlu diubah.

Dari tujuan-tujuan di atas dapat kita simpulkan penilaian kinerja tidak hanya membantu perusahaan untuk menilai produktivitas karyawan saat ini, tetapi juga membantu sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil kebijakan di masa mendatang yang akan      mendorong pertumbuhan potensi karyawan.

Tahapan Dalam Menerapkan Sistem Penilaian Kinerja

© pixahive

Untuk melakukan penilaian kinerja karyawan yang efektif, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, yaitu:

  1. Membuat Perencanaan

Perencanaan ini biasanya disusun untuk jangka waktu setahun ke depan. Pada tahap ini, dirumuskan apa-apa saja sasaran kinerja dan kompetensi apa yang diharapkan perusahaan terhadap karyawannya.

Setelah itu juga disepakati apa-apa saja standar penilaian yang dipakai serta sistem dan metode penilaian kinerja apa yang cocok diterapkan. Proses penilaian ini sebisa mungkin harus objektif dan adil.

  1. Menyiapkan Data

Setelah proses perencanaan selesai, saatnya untuk mengumpulkan data-data yang akan menjadi dasar penilaian kinerja. Data ini bisa berupa laporan, presensi, catatan kegiatan, dan sebagainya.

  1. Diskusi Hasil

Setelah data-data diperoleh, atasan bisa memanggil karyawan untuk diskusi umpan balik yang bisa dilakukan bulanan atau per semester. Proses umpan balik ini diharapkan dapat jadi sarana atasan untuk memberikan arahan maupun teguran agar proses komunikasi yang baik tercipta dengan karyawan. Harapannya dengan melakukan ini tujuan yang ingin dicapai di tahap perencanaan dapat terlaksana.

  1. Melakukan Evaluasi Kinerja

Pada akhir tahun, proses evaluasi keseluruhan dilakukan. Pada poin ini proses komunikasi dilakukan lebih intens dan didiskusikan sembari melihat dan mempertimbangkan berbagai sudut pandang yang mungkin terlibat memengaruhi kinerja selama setahun.

  1. Membuat Laporan Hasil

Setelah semua proses selesai, laporan hasil kinerja akan disusun dan diserahkan kepada karyawan. Karyawan akan diberi waktu untuk membaca dan menelaah laporan kinerjanya sendiri.

Pada poin ini juga perusahaan menyampaikan pada karyawan apa saja rencana pengembangan yang hendak dilakukan perusahaan agar karyawan bisa mempersiapkan dirinya atau memberikan saran dan opininya mengenai rencana tersebut.

Indikator Penilaian Kinerja Karyawan

Sasaran yang menjadi objek penilaian kinerja adalah standar yang biasanya ditetapkan oleh masing-masing      perusahaan     . Berikut ini beberapa indikator penilaian kinerja yang umum digunakan:

  1. Tanggung jawab peran (role)
  2. Ketepatan waktu
  3. Kualitas pekerjaan
  4. Kuantitas hasil
  5. Kehadiran
  6. Kerja sama dalam tim
  7. Inisiatif
  8. Leadership atau kepemimpinan
  9. Perilaku
  10. Karakter

Faktor-Faktor Penentu Efektivitas Penilaian Kinerja

© pixahive.com

Saat melakukan penilaian kinerja, ada aspek-aspek yang harus dipenuhi agar prosesnya efisien dan hasil yang diperoleh akurat, yaitu:

  1. Sensitivitas

Sistem penilaian kinerja yang digunakan haruslah cukup sensitif untuk menilai mana karyawan yang efektif dan tidak efektif dalam bekerja.

  1. Reliable 

Kriteria selanjutnya adalah proses yang dilakukan haruslah menghasilkan laporan yang bisa diandalkan. Sistem penilaiannya haruslah akurat dan menggunakan tolak ukur yang bisa dipercaya, objektif, stabil, dan konsisten.

  1. Praktis

Penilaian kinerja yang efektif adalah yang praktis dan gampang dimengerti oleh semua pihak yang terlibat. Standar penilaiannya menggunakan bahasa yang jelas dan tidak rumit sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman bagi manajer maupun karyawan.

  1. Diterima semua pihak

Hal terakhir yang tidak kalah pentingnya, tentunya sistem penilaian yang digunakan haruslah bisa diterima para oleh manajer maupun karyawan itu sendiri.

Manfaat Penilaian Kinerja Karyawan

Ada banyak manfaat penilaian kinerja baik bagi perusahaan maupun karyawan itu sendiri. Jika penilaian kinerja karyawan dilaksanakan secara rutin dan berkala, beberapa manfaat yang dapat dituai tersebut di antaranya:

  1. Dapat menggenjot produktivitas karyawan, dengan cara mengapresiasi karyawan yang penilaiannya baik.
  2. Membuat hubungan antara perusahaan dan karyawan lebih harmonis karena membuka ruang untuk berkomunikasi.
  3. Mencegah mispersepsi tentang standar kualitas dan kuantitas hasil yang diharapkan perusahaan.
  4. Dapat memberikan laporan hasil yang akurat tentang hasil pekerjaan karyawan selama ini.

Nah itu dia informasi mengenai penilaian kinerja karyawan yang bisa Anda terapkan. Untuk manajemen karyawan sendiri Anda bisa mencoba aplikasi Bukugaji untuk proses pengelolaan yang lebih mudah dan tertata. Aplikasi yang berbasis Android ini bisa membantu memberikan salah satu data yang akan dibutuhkan untuk penilaian kinerja, yakni data presensi karyawan. Silakan install langsung dari Playstore. Gratis!

Related Posts