Mengenal Arti, Fungsi dan Tugas Human Resource Development (HRD)

January 17, 2022
Info UMKM
4 menit

HRD memiliki tugas yang sangat penting dalam sebuah perusahaan. Untuk mendapatkan karyawan berkualitas, staf HRD harus melakukan seleksi yang ketat.


Semua bagian dalam perusahaan memiliki kontribusi terhadap kemajuan bisnis meskipun tidak terlibat secara langsung dalam kegiatan operasional. Salah satu di antaranya adalah divisi HRD yang bertanggung jawab merekrut karyawan untuk kebutuhan perusahaan. 

Karena tugas tersebut, HRD atau Human Resource Development adalah bagian yang cukup menentukan kesuksesan perusahaan. Apabila karyawan yang direkrut tidak sesuai atau kurang berkualitas, kegiatan operasional bisa terganggu dan berpotensi menghambat kemajuan suatu usaha.

Pengertian HRD

Seorang pemilik bisnis perlu mengetahui pengertian Human Resource Development agar dapat memahami fungsi bagian ini dengan baik. Secara sederhana, Human Resource Development artinya pengembangan sumber daya manusia. 

Bagian ini berhubungan secara langsung dengan seluruh karyawan dalam perusahaan. Bukan hanya merekrut, tetapi juga mengelola seluruh karyawan agar dapat berfungsi lebih optimal. Karena itu, HRD juga memantau kinerja karyawan secara berkala.

Mengenal Fungsi HRD

Fungsi HRD secara umum dapat dibagi menjadi dua, yaitu fungsi internal dan fungsi eksternal. Berikut penjelasannya:

  • Fungsi Internal

Fungsi internal HRD berkaitan dengan pengelolaan dan pengembangan SDM dalam perusahaan. Bagian ini juga berperan dalam menentukan gaji dan kompensasi terhadap karyawan sesuai kinerjanya. Selain itu, HRD berfungsi dalam mengelola manajemen kerja serta membangun hubungan kerja antarkaryawan.

  • Fungsi Eksternal

Fungsi eksternal HRD adalah menyediakan fasilitas konseling di luar perusahaan bagi karyawan yang membutuhkan. Hal ini perlu didasarkan atas kemauan atau kemampuan pihak yang bersangkutan.

Kewajiban HRD

Tugas Human Resource Development antara lain sebagai berikut:

  1. Merekrut Karyawan

Salah satu tugas Human Resource Development adalah merekrut karyawan baru. Perekrutan karyawan tidak bisa dilakukan secara asal, tetapi harus berdasarkan sejumlah pertimbangan penting. Staf HRD harus memastikan bahwa karyawan yang diterima cocok untuk lowongan pekerjaan yang tersedia serta bisa memberikan kontribusi optimal dalam posisi tersebut.

  1. Mengawasi Kinerja

Tugas HRD yang tak kalah penting adalah mengawasi kinerja karyawan yang telah direkrut. Hasil dari pengawasan tersebut adalah penilaian performa yang kemudian bermuara pada dua hal, yaitu kenaikan gaji atau teguran. 

Karyawan berhak mendapatkan kompensasi tambahan jika menunjukkan hasil evaluasi yang baik. Sebaliknya, karyawan perlu diperingatkan untuk bekerja lebih serius jika hasilnya kurang baik.

  1. Menyediakan Pelatihan

Agar kemampuan karyawan semakin optimal, perlu dilakukan pelatihan atau pengembangan SDM dalam perusahaan. Bagian yang bertanggung jawab untuk itu adalah HRD. Bagian ini memastikan sumber daya manusia yang ada di suatu perusahaan dapat diperkaya sehingga memberikan keuntungan maksimal bagi kemajuan perusahaan.

Cara HRD Mendukung Karyawan

© pexels.com

Kehadiran HRD seharusnya bertujuan untuk mendukung performa karyawan. Salah satu caranya adalah dengan mengadakan berbagai pelatihan sesuai yang dibutuhkan. HRD bisa melaksanakan pelatihan formal maupun informal bagi karyawan untuk membantu mereka melakukan pekerjaannya secara lebih efektif dan efisien.

Pelatihan yang dimaksud dapat dijadwalkan secara berkala. Hal ini penting dilakukan, terutama bagi karyawan baru yang belum memiliki banyak pengalaman. Pelatihan akan membantu karyawan makin melek terhadap kemajuan teknologi dan perkembangan zaman, khususnya yang berkaitan dengan bidang kerja masing-masing.  

Ini Bedanya HRD dengan Personalia

Bagian HRD sering disamakan dengan bagian personalia. Sebenarnya, keduanya merupakan bagian yang berbeda. Ruang lingkup pekerjaan HRD lebih luas daripada personalia. Secara umum, personalia memiliki tugas mengelola administrasi terkait karyawan, misalnya pencatatan absensi karyawan, penghitungan tunjangan, pengarsipan dokumen, dan sebagainya.

Sementara itu, HRD lebih mengacu pada pengembangan karyawan secara luas. Bahkan, bagian ini juga berperan dalam perencanaan karier seorang karyawan. Poin-poin penilaian kerja juga diatur oleh HRD dan hasilnya akan dievaluasi untuk ditindaklanjuti. Jadi, keberadaan HRD bukan sekadar menyediakan data performa karyawan, tetapi juga berperan menyelesaikan masalah yang terjadi.

Kiat Menjadi HRD yang Baik

Menjadi seorang HRD tidak mudah. Hasil pekerjaannya berkaitan dengan kemajuan perusahaan. Tantangan yang harus dihadapi adalah menyeleksi para pelamar untuk mendapatkan SDM terbaik dan sesuai dengan kebutuhan. Di sisi lain, generasi milenial memiliki budaya berpindah kerja yang cukup tinggi. 

Nah, untuk melakukan tugasnya dengan baik, berikut kiat-kiat menjadi HRD yang baik.

  • Bersikap sebagai mentor

Generasi milenial tidak begitu menyukai kebijakan yang berbasis otoritas dan struktur. Karena itu, atasan atau bagian HRD yang terlalu mengatur atau berkuasa dapat menjadi salah satu alasan bagi mereka untuk resign atau tidak bekerja optimal. 

Hal yang justru harus dilakukan adalah bersikap sebagai mentor atau pembimbing yang memberikan inspirasi. Selain itu, Anda juga harus membuka ruang diskusi dan menampung aspirasi karyawan untuk mendapatkan keputusan terbaik.

  • Memberi tantangan baru

Generasi milenial terbilang aktif dan sangat menyukai tantangan. Untuk membangkitkan semangat dan produktivitas dalam perusahaan, HRD harus dapat memberi tantangan baru kepada karyawan. Hal itu juga harus diimbangi dengan upgrade skill sehingga karyawan memiliki amunisi untuk melakukan inovasi terbaik. Tujuan akhirnya adalah perusahaan memperoleh dampak yang positif.

  • Mendukung work-life balance

Loyalitas terhadap perusahaan adalah hal yang penting dimiliki oleh karyawan. Namun, bersikap loyal tidak berarti mengabaikan kebutuhan karyawan terhadap keseimbangan hidup. Seorang staf HRD harus memahami dan menerapkan work-life balance di tempat kerja sehingga karyawan pun lebih nyaman dan sejahtera.

Kapasitas Seorang HRD

Untuk menjadi seorang HRD, ada kualifikasi yang harus dipenuhi. Salah satunya, calon staf HRD merupakan lulusan sarjana bidang manajemen atau psikologi. Hal ini untuk mendukung tugas dan tanggung jawabnya dalam mengelola karyawan.

Seorang staf HRD juga harus memiliki pemahaman yang luas dan terbuka tentang dunia kerja. Dengan demikian, HRD bisa mengambil keputusan yang relevan dengan keadaan masa kini. Staf HRD juga dituntut untuk bisa berkomunikasi dengan baik, baik kepada karyawan maupun terhadap pihak manajemen perusahaan.

Nah, inilah ulasan mengenai arti, fungsi, dan tugas Human Resource Development di sebuah perusahaan. HRD juga bisa mendapatkan data valid atas performa karyawan, khususnya dari segi absensi dengan menginstal aplikasi Bukugaji. Aplikasi ini menyediakan fitur absensi karyawan, pembayaran gaji, dan slip gaji, yang memudahkan proses penilaian dan pemberian kompensasi kepada karyawan.

Related Posts