Komponen Gaji Karyawan yang Perlu Diperhatikan untuk Bisnis Anda

October 15, 2021
Seputar HRD UMKM
6 menit

Penetapan upah karyawan tidak bisa dilakukan sembarangan karena ada komponen gaji karyawan yang harus dipenuhi. Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Bagi para pemilik usaha baik usaha mikro, kecil, menengah maupun skala besar, perhitungan gaji karyawan harus diperhatikan dengan baik. Pasalnya ada berbagai komponen dalam gaji yang wajib dipenuhi oleh pemberi kerja dan ini diatur oleh pemerintah dalam undang-undang.

Agar tidak salah memahami komponen perhitungan gaji karyawan, mari kita bahas lebih jauh mengenai hal tersebut dalam ulasan berikut ini: 

Aturan Pemerintah Terkait Komponen Gaji Karyawan

Tangan memegang uang dolar
Foto oleh Karolina Grabowska

Pemerintah menetapkan aturan terkait Pengupahan dalam PP Republik Indonesia Nomor 78 Tahun 2015. Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa upah terdiri dari berbagai komponen yakni upah tanpa tunjangan, upah pokok, upah pokok dan tunjangan tetap, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap.

Secara umum di Indonesia ada beberapa komponen gaji yang wajib diketahui oleh setiap pemilik usaha yakni:

Gaji Pokok

Gaji pokok atau upah pokok merupakan penghasilan dasar yang dibayarkan kepada pegawai sesuai dengan jenis dan tingkat pekerjaannya. Adapun nilainya adalah tidak boleh lebih kecil dari 75% total penghasilan yang diterimanya.

Biasanya pemilik usaha menentukan nilai gaji pokok dengan menggunakan aturan UMR atau Upah Minimum Regional yang berlaku di daerahnya masing-masing. Selain itu, posisi dan tugas karyawan tersebut juga menjadi pertimbangan terkait nilai gaji pokoknya. Semakin tinggi dan semakin sulit pekerjaannya, biasanya semakin besar juga gaji pokoknya.

Tunjangan Tetap 

Tunjangan tetap dapat didefinisikan sebagai keuntungan atau benefit yang diperoleh karyawan yang bekerja di perusahaan Anda. Sesuai Seperti namanya, nilai atau besaran tunjangan ini tetap dan tidak berubah selama karyawan tersebut masih menjabat pada posisi yang sama.

Nilai tunjangan tetap umumnya akan berubah atau bertambah saat seorang pegawai dipromosikan ke posisi yang lebih tinggi. Tunjangan juga bisa berkurang ketika karyawan tersebut didemosikan atau diturunkan posisi jabatannya.

Tunjangan Tidak Tetap 

Berkebalikan dengan tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap sifatnya berubah-ubah baik dari segi nilai maupun waktu pembayarannya. Besaran tunjangan tidak tetap diperhitungkan dengan menggunakan berbagai faktor seperti tingkat kehadiran karyawan atau keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan.

Tunjangan tidak tetap bisa dibayarkan di luar waktu pembayaran gaji pokok dan tunjangan tetap. Anda bisa membayarkannya setiap satu tahun dalam bentuk bonus.

Potongan

Perlu diketahui bahwa dalam komponen gaji juga ada yang disebut dengan potongan. Potongan ini umumnya berupa iuran BPJS dan pembayaran PPh Pasal 21. Untuk penghitungan pajak, Anda harus melakukannya dengan saksama. Pasalnya ada aturan-aturan tertentu yang harus dipenuhi terkait pembayarannya.

Selain potongan untuk pembayaran pajak, contoh potongan lain dalam komponen gaji karyawan bisa berupa potongan keterlambatan (denda) atau cicilan pembayaran utang karyawan kepada pemilik usaha (kasbon) dan lain sebagainya. Bentuk potongan yang ditetapkan oleh pemilik usaha bisa berbeda-beda, tetapi tetap perlu didiskusikan dengan karyawan terlebih dahulu.

Gaji Lembur

Gaji atau upah lembur adalah imbalan yang diberikan oleh pemilik usaha jika seorang karyawan bekerja di luar jam kerja regulernya. Aturan terkait pemberian upah lembur ini terdapat dalam Pasal 78 Ayat 1 Undang-undang Ketenagakerjaan. Adapun jumlah gaji yang diberikan serta waktu pembayarannya tergantung kesepakatan antara Anda dengan pegawai yang bersangkutan.

Sistem Pemberian Upah yang Perlu Diketahui

Tangan memegang uang kertas dolar Amerika
Foto oleh Karolina Grabowska

Setiap pemilik usaha memiliki pertimbangan masing-masing dalam menetapkan upahnya. Berdasarkan ilmu ekonomi, ada beberapa jenis sistem upah yang digunakan di berbagai belahan dunia yakni:

Upah Berdasarkan Jam Kerja

Pemberian upah menggunakan sistem ini dilakukan dengan menghitung waktu kerja karyawan. Ada yang menggunakan sistem harian, ada juga yang memberikan gaji berdasarkan jumlah jam kerja.

Upah Berdasarkan Satuan Hasil

Upah dengan sistem ini diberikan dengan melihat berapa banyak pekerjaan yang berhasil diselesaikan oleh seorang pekerja. Sistem ini biasanya digunakan di pabrik di mana karyawan dibayar sesuai jumlah barang yang berhasil diselesaikannya pada periode tertentu.

Upah Borongan

Sistem ini digunakan karena pemilik usaha tidak perlu menanggung risiko yang berhubungan dengan pekerja. Nilai upah dengan sistem borongan dihitung berdasarkan jumlah produk yang berhasil diselesaikan oleh seorang pekerja atau sekelompok pekerja.

Upah Sistem Indeks

Upah berdasarkan indeks besarannya dihitung dengan mengacu pada besaran biaya hidup. Artinya jika indeks biaya hidup turun, upah juga akan turun dan sebaliknya.

Upah Sistem Premi

Pemilik usaha yang menggunakan upah sistem premi menyediakan gaji tambahan berupa premi untuk pekerja yang memiliki kinerja lebih baik dibanding karyawan lain.

Upah Sistem Skala

Upah dengan sistem ini diberikan berdasarkan skala penjualan. Ketika penjualan naik, maka upah juga akan naik. Sebaliknya, jika penjualan perusahaan turun, maka upah juga akan ikut turun.

Upah Sistem Bonus

Bonus adalah bayaran yang diberikan sebagai tambahan di luar gaji. Tujuannya adalah untuk memberikan apresiasi kepada mereka yang memiliki kinerja baik dan memberikan stimulasi kepada karyawan lain untuk meningkatkan performanya.

Hal-hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Pengelolaan Gaji Karyawan

Dua tangan memegang uang kertas dolar
Foto oleh Karolina Grabowska

Bagi para pemilik bisnis, menentukan gaji karyawan harus dilakukan dengan penuh pertimbangan. Selain dengan memperhatikan komponen-komponennya, ada berbagai hal yang juga perlu Anda pertimbangkan yakni:

Berilah Gaji Sesuai dengan Tingkat Kesulitan Pekerjaannya

Nilai upah yang diberikan kepada pekerja harus sesuai dengan pekerjaannya. Kalau ada karyawan Anda yang tugasnya berat atau memiliki risiko tinggi, bayarlah mereka sesuai dengan tugasnya.

Berikan Bonus pada Mereka yang Memiliki Kinerja Baik

Apresiasi kepada karyawan diluar gaji juga perlu diperhatikan diperlukan. Mereka yang memiliki kinerja baik selama bekerja tentu berhak mendapatkan kenaikan gaji atau diberi bonus di luar penghasilan utamanya. Ini akan menjadi motivasi bagi karyawan untuk terus meningkatkan performanya di masa yang akan datang.

Pertimbangkan Kenaikan Gaji Tahunan

Untuk mendukung kinerja sekaligus meningkatkan motivasi karyawan, secara bertahap pengusaha perlu memberikan kenaikan gaji tahunan, terutama bagi mereka yang memiliki kinerja bagus. Besaran kenaikan gaji tahunan ini berbeda-beda, tergantung kondisi perusahaan tentunya.

Agar proses penghitungan gaji dan semua komponennya bisa dilakukan dengan mudah, Anda bisa memanfaatkan aplikasi Bukugaji. Aplikasi pengelola absensi dan penghitungan gaji karyawan ini didesain untuk para pelaku UMKM yang ingin menjalankan bisnisnya dengan lebih praktis dan efisien. Download di sini untuk membuktikannya. Gratis.

Related Posts